SUKOHARJO, 28 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menghadiri kegiatan Best Practice Pengalaman Belajar berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Ruang Sidang FKIP Univet Bantara mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Acara yang diinisiasi oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Univet Bantara ini turut melibatkan dosen lintas program studi bahasa di lingkungan FKIP, yakni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) serta Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Kegiatan workshop dan diskusi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FKIP Univet Bantara, Muh. Arif Maulana, M.Pd. Dalam sambutannya, pimpinan fakultas mengapresiasi kolaborasi antarprodi untuk terus meningkatkan mutu akademik dan mempercepat pemenuhan kriteria kurikulum berbasis OBE di lingkungan FKIP.

Hadir sebagai narasumber utama, pakar kurikulum dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd., yang memaparkan materi komprehensif mengenai evaluasi dan penyusunan kurikulum berbasis OBE. Dalam paparannya, Dr. Laili menekankan pentingnya kelengkapan struktur atau anatomi dokumen kurikulum agar sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi terkini.

“Anatomi dokumen kurikulum berbasis OBE wajib mencakup 12 poin utama secara sistematis,” jelas Dr. Laili Etika Rahmawati di hadapan para peserta. Adapun 12 poin penting anatomi dokumen kurikulum yang dipaparkan meliputi: 1. Identitas Program Studi; 2. Evaluasi Kurikulum dan Tracer Study; 3. Landasan Perancangan dan Pengembangan Kurikulum; 4. Rumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang dirumuskan oleh Prodi serta University Value; 5. Rumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL); 6. Penetapan Bahan Kajian; 7. Pembentukan Mata Kuliah dan Penentuan Bobot SKS; 8. Matriks, Peta Kurikulum, dan Masa Tempuh; 9. Modalitas Pembelajaran dalam Perencanaan Proses Pembelajaran; 10. Rencana Implementasi Hak Belajar Maksimum 3 Semester di Luar Prodi; 11. Manajemen dan Mekanisme Pelaksanaan Kurikulum; dan 12. Tata Cara Penerimaan Mahasiswa pada Berbagai Tahapan Kurikulum.

Laila juga menambahkan bahwa kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) berfokus pada pencapaian kompetensi nyata mahasiswa melalui integrasi Outcome-Based Curriculum, pembelajaran, serta asesmen yang terstruktur. Dokumen kurikulum OBE wajib memuat 12 komponen utama mulai dari identitas program studi, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga manajemen pelaksanaannya. Selain itu, kurikulum ini juga harus selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi serta instrumen akreditasi lembaga mandiri. Evaluasi berkala terhadap kurikulum dan asesmen CPL tersebut menjadi kunci utama untuk menjaga mutu akademik serta meraih predikat akreditasi Unggul.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, para dosen Prodi PBSD bersama prodi lainnya di FKIP Univet Bantara diharapkan mampu melakukan evaluasi mendalam serta menyempurnakan dokumen kurikulum OBE prodi masing-masing demi mewujudkan kelulusan mahasiswa yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan global. (Published by PBSD)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *