SUKOHARJO, 26 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (HIMASDA MUDHA WIRA BATANA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) sukses menyelenggarakan kegiatan Diklat Mahasiswa pada Selasa, 26 Mei 2026.

Mengusung tema “Ngudi Kawruh, Ngrembaka Budi”, kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Budaya PBSD FKIP Univet Bantara ini dimulai pukul 08.00 hingga 12.15 WIB. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa aktif semester II hingga semester VI, serta jajaran pimpinan program studi. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Program Studi (Kaprodi) PBSD, Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd., dan Pembina Himasda, Adi Deswijaya, S.S., M.Hum.

Ketua Umum Himasda, Noviana Della Vega R, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diklat ini memiliki tiga tujuan utama yang krusial bagi keberlangsungan organisasi dan pembentukan karakter mahasiswa: (1) Membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki solidaritas tinggi; (2) Menyiapkan kader penerus organisasi yang aktif, progresif, dan berkualitas; dan (3) Mempererat tali silaturahmi dan hubungan antar anggota Himasda.

“Materi diklat yang disampaikan hari ini berfokus pada Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan. Kami sengaja menghadirkan alumni PBSD, yaitu Pandu Panuntun, S.Pd., dan Ikhsan Ramadhan, sebagai narasumber agar para peserta mendapat perspektif langsung dari para pendahulu yang telah berpengalaman,” ujar Della.

Materi yang disampaikan dalam diklat ini dirancang agar tetap selaras dan tidak lepas dari visi misi program studi. Pada kesempatan yang sama, Kaprodi PBSD, Tri Widiatmi, memaparkan kembali Visi Keilmuan PBSD FKIP Univet Bantara, yaitu:“Mengembangkan Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah (Jawa) yang selaras dengan falsafah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani berbasis pada riset pengembangan dan inovasi serta pengembangan potensi dan kearifan lokal untuk menghasilkan lulusan bahasa Jawa yang memiliki kecakapan hidup abad 21.”

Tri Widiatmi memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan tema diklat kali ini. Menurutnya, tema tersebut mengakar kuat pada identitas keilmuan prodi. “Tema Ngudi Kawruh, Ngrembaka Budi sangat sesuai dengan Visi Keilmuan Program Studi yang berkaitan dengan asas Tri Sentra Pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Ada proses pencarian pengetahuan di sana (ngudi kawruh berarti ‘mencari ilmu’), yang kemudian diimbangi dengan pengembangan ide dan karakter (ngrembaka budi berarti ‘mengembangkan akal/ide’). Hal ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa untuk menghadapi kecakapan hidup abad 21,” pungkas Tri Widiatmi.

Melalui diklat ini, diharapkan para mahasiswa PBSD Univet Bantara tidak hanya cakap secara organisatoris, namun juga mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat. (Posted by PBSD)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *