SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo sukses menyelenggarakan workshop “Peninjauan dan Pengembangan Visi, Misi, Tujuan, serta Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)”. Kegiatan krusial ini berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Hotel Margangsa, Surakarta.

Acara ini menghadirkan pakar akreditasi terkemuka, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. (Kepala Unit Akreditasi Nasional dan Internasional LPPMP Universitas Sebelas Maret), sebagai narasumber utama. Guna menghasilkan kurikulum yang adaptif, PBSD Univet Bantara juga melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders), jajaran alumni lintas profesi, serta perwakilan mahasiswa aktif PBSD. Hadir pula Dekan FKIP, Univet, Dr. Pranichayuda Rohsulina, M.Pd. beserta Wakil Dekan 1, 2 dan 3. Acara dimulai dari Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (Tri Widiatmi, S.Pd., M.Pd.) yang menjelaskan sekilas terkait Kurikulum PBSD, dan dilanjutkan sambutan dari Dekan FKIP, Dr. Pranichayuda Rohsulina, M.Pd sekaligus membuka acara.

Para stakeholder yang hadir memberikan sumbangsih pemikiran antara lain Sutarmo, S.Pd., M.Pd. (Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Surakarta), Drs. Suwandi, M.Pd. (Ketua Permadani Kabupaten Sukoharjo), dan Paminto, S.S., M.Pd. (Kepala SMAN 2 Karanganyar). Sementara dari jajaran alumni dihadiri oleh Limpat Dwi Handoko, S.Pd., Gr., M.Si. (SMP Batik Surakarta), Irizal Suryanto, S.Pd. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta sekaligus aktor Wayang Orang Sriwedari), dan Rini Setyowati, S.Pd. (SMK Sukowati Sragen).

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. menjelaskan bahwa peninjauan ini sangat bermanfaat bagi masa depan program studi. Beliau menekankan bahwa Visi Keilmuan PBSD harus menjadi dasar penciri serta pembeda utama dari prodi bahasa Jawa di perguruan tinggi lainnya. Berdasarkan visi yang telah dirancang PBSD, Prof. Rohmadi lebih tertarik dan mendorong penekannya kepada penguatan Digital Humaniora. Visi keilmuan ini yang membedakan PBSD Univet dengan prodi-prodi di perguruan tinggi lainnya.
“Misi merupakan milik fakultas dan universitas, sedangkan diferensiasi misi prodi diturunkan menjadi visi keilmuan prodi yang unik. Misi prodi itu sendiri sudah berada di dalam Visi Keilmuan Prodi,” jelas Prof. Rohmadi.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa ketegasan kurikulum OBE terletak pada kejelasan luaran atau apa yang akan dihasilkan dari suatu mata kuliah tertentu. Kinerja utama dari OBE adalah menghasilkan luaran yang berdampak nyata (impactful outcomes). Oleh karena itu, PBSD harus melahirkan inovasi atau karya nyata yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas. Prof. Rohmadi menyebutkan bahwa penilaian mutu saat ini didasarkan pada empat pilar: budaya mutu, relevansi, akuntabilitas, dan diferensiasi misi. Selain merombak kurikulum, beliau juga menyarankan agar aspek branding atau promosi prodi diperkuat ke depannya.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan lahirnya berbagai masukan taktis bagi pengembangan prodi. Sutarmo, S.Pd., M.Pd. memberikan usulan mendasar mengenai pentingnya mempersiapkan aspek unggah-ungguh (tata krama) bagi para calon guru sebagai bentuk penguatan karakter. Menurutnya, guru bahasa Jawa tidak hanya harus profesional dengan keilmuannya tetapi juga menjadi teladan moral. Pandangan ini disepakati dan didukung penuh oleh Drs. Suwandi, M.Pd. yang juga menekankan urgensi nilai karakter tersebut.

Di sisi lain, Paminto, S.S., M.Pd. memberikan perspektif manajerial dan akademik. Ia menyarankan agar prodi melakukan penelusuran rekam jejak pilihan prodi saat mahasiswa baru mendaftar ke PBSD, karena hal tersebut dinilai berpengaruh besar pada latar belakang dan motivasi belajar mereka. Paminto juga menambahkan bahwa kurikulum harus menekankan pada konten pembelajaran yang kuat, serta pentingnya membentuk komunitas bahasa, sastra, maupun budaya Jawa di luar ekosistem pembelajaran kampus. Melalui langkah-langkah inovatif tersebut, PBSD diharapkan mampu melangkah maju dan mengungguli para kompetitor dari perguruan tinggi lain. Melalui kegiatan peninjauan kurikulum berbasis OBE ini, FKIP Univet Bantara berkomitmen untuk terus mencetak lulusan PBSD yang kompeten, berkarakter luhur, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan riil masyarakat modern tanpa kehilangan jati diri budayanya. (Pubilshed by PBSD)
